Energy Saver, Apa Benar Dapat Menghemat Penggunaan Energy dan Biaya Listrik?

Energi saver, merupakan semacam alat tambahan yang dipasang langsung pada peralatan listrik rumah tangga sudah beberapa tahun belakangan banyak dipasarkan dan diperjual belikan. B2TKE sebagai salah satu lembaga independen banyak diminta oleh produsen maupun suplayer untuk menguji unjuk kerja dalam hal penghematan energy listrik.

Berikut ini wawancara dengan Pak Sudirman Palaloi, sebagai Kepala Bidang Teknologi Kelistrikan yang juga sebagai penanggung jawab Lab pengujian LPKSF di B2TKE mengenai Energy Saver.

Pak Sudirman sudah berapa unit Energi Saver yang telah diuji di lab anda ?

Sudirman  : Pengujian unjuk kerja energi saver sudah  kami lakukan sejak tahun 2002 hingga saat ini. Kalo melihat jumlah nya cukup banyak, terutama peruntukan nya untuk kebutuhan pemasangan di rumah-rumah tinggal yang 1 fasa, namun demikian ada beberapa produsen yang mengujikan energi saver 3 fasa , walaupun tidak sebanyak yang 1 fasa

Pak Kalau boleh tahu apasih alat Energi Saver itu?

Sudirman  : Energi saver ini merupakan salah satu alat yang komponen utamanya adalah kapasitor. Energy saver yang banyak di perjualbelikan kebanyakan 1 fasa, walaupun ada juga tersedia untuk keperluan 3 fasa. Peralatan tersebut baik 1 fasa maupun 3 fasa  berfungsi untuk menyuplai daya reaktif  yang dibutuhkan oleh beberapa beban yang bersifat induktif yang umumnya terdiri dari belitan seperti, lampu TL,  motor pompa, AC, mesin cuci, kulkas, dan beban induktif lainnya.

Apa saja keuntungan bila dipasang di rumah pak?

Sudirman    : Seperti saya jelaskan sebelumnya bahwa peralatan ini berfungsi untuk menyuplai kebutuhan daya reaktif yang dibutuhkan peralatan listrik di dalam rumah, sehingga tidak perlu lagi semua disuplai dari PLN. Pada sector penggunan besar seperti di Industri dan bangunan komersial, PLN menerapkan denda penggunaan KVAr berlebih. Sehingga Kapasitor ini sangat bermanfaat untuk menghindari adanya finalty faktor. Bila menggunakan listrik dengan factor daya nya lebih kecil dari 0.85 terus menerus, pasti akan dikenakan fenalty factor. Namun di sector rumah tangga yang kontrak daya nya relative kecil, denda akibat penggunaan daya reaktif tidak diterapkan, sehingga tidak dikenakan denda. Secara langsung tidak memberikan dampak signifikan pada pengguna rumah tangga tersebut.

Keuntungan pada sektor rumah tangga, terutama yang beban listriknya banyak berupa peralatan yang banyak lilitan, dapat mengoptimalkan kontrak daya nya, karena pemasangan alat ini dapat menurunkan penggunaan arus listrik, yang mana pembatas PLN digerakkan oleh arus yang lewat pada CB. Pengurangan terhadap energy listrik dalah hal ini pengurangi penggunaan energi (kWh), kalaupun ada tidak signifikan, karena alat ini hanya menurunkan kVarh dan kVA.

(lanjastek)

 

spacer

Leave a reply