Bersama Toshiba, BPPT Kaji Teknologi Fuel Cell Untuk Pembangkit Listrik

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto didampingi Deputi Kepala BPPT Bidang TIEM, Eniya Listiani Dewi tandatangani Nota Kesepakatan dengan Toshiba Energy Systems & Solutions Corporation (TESS), Jepang.

Nota Kesepakatan ini sebagai langkah awal riset bersama terkait Pengkajian dan Demonstrasi Proyek Pengembangan Sistem Energi Hidrogen Autonomous (H2One™) untuk Sistem Off Grid dan Koneksi Jaringan Microgrid.

“Melalui penandatanganan MoU dengan Toshiba Jepang ini, kita berupaya Joint Research H2One, sebuah teknologi kombinasi batere dan Fuel cell untuk pembangkit listrik bertenaga energi baru terbarukan,” papar Unggul. Unggul menambahkan bahwa Indonesia memiliki banyak potensi energi terbarukan termasuk sumber energi surya yang berlimpah dengan intensitas radiasi matahari rata-rata sekitar 4.8 kWh/m2 per hari di seluruh wilayah Indonesia.

Sistem H2One™ merupakan produk teknologi besutan TESS, sebuah perusahaan Jepang sebagai pelopor desain sel bahan bakar pada teknologi manufaktur hidrogen dan pembangkit Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Semangat penerapan EBT mendukung upaya pencapaian target bauran EBT di Indonesia sampai dengan 23% pada tahun 2025. BPPT melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) turut andil mendukung capaian target tersebut melalui pendampingan teknis dan alih teknologi kepada pihak terkait. Fungsi kaji terap teknologi yang dimiliki BPPT diperlukan untuk mengidentifikasi kelayakan penerapan teknologi baru yang masuk ke Indonesia.

Untuk itu, melalui kegiatan riset bersama ini, BPPT melalui B2TKE akan melakukan studi kelayakan dan melakukan demontrasi penerapan teknologi H2One™ di Indonesia

spacer

Leave a reply