Konvoi Kendaraan Listrik Jakarta-Serpong

Perbandingan Hasil Konvoi

Sejalan dengan program percepatan mobil listrik nasional, BPPT menyiapkan dua Stasiun Pengisian Listrik atau Electric Vehicle Charging Station (EVCS), yaitu fast charging station 50 kW di BPPT Jakarta dan smart charging station 20 kW di B2TKE-BPPT Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan.

Diikuti berbagai jenis kendaraan listrik, fasilitas EVCS yang diresmikan pada Rabu (5/12) di BPPT Thamrin Jakarta terbukti mampu mengisi daya listrik mayoritas kendaraan yang hadir.

Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) MM Sarinanto menyampaikan, “Hadirnya fasilitas fast charging station milik BPPT ini diharapkan memberikan solusi terhadap durasi pengisian kendaraan listrik”.

Saat ini, durasi atau lamanya waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai menjadi salah satu kendala yang dihadapi mobil listrik. Untuk mengisi baterai mobil listrik hingga penuh membutuhkan waktu 4-5 jam. Hal ini sangat berbeda dibandingkan dengan mobil BBM yang hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk dapat terisi penuh.

Namun demikian, fast charging station BPPT telah mampu melakukan pengisian baterai mobil listrik kurang dari satu jam.

Kendaraan dengan soket pengisian daya tipe CCS, Chademo dan kabel tipe 2 dapat diisi di EVCS milik BPPT. “Bila diisi di fast charging station Thamrin yang mempunyai kapasitas 50 kV, Tesla model X membutuhkan waktu 1,5 jam untuk mengisi baterai 75 kWh yang dapat dipakai untuk menempuh jarak sampai 380 km. Sementara Mitsubishi i-Miev dengan kapasitas baterai 16 kWh hanya perlu sekitar 20 menit untuk pengisian”, ungkap Ganesha Tri Chandrasa, Insinyur Kepala Tim Kendaraan Listrik BPPT.

Selain ramah lingkungan, keunggulan lain penggunaan kendaraan listrik adalah efisiensi konsumsi energi. Tercatat dari hasil konvoi sejumlah kendaraan listrik sesaat setelah EVCS diresmikan, dengan menempuh jarak 39 km dari Thamrin menuju Serpong,  bis listrik besutan PT Mobil Anak Bangsa mengkonsumsi energi sebesar 33,15 kWh atau setara dengan 48 ribu rupiah (dengan asumsi 1 kWh adalah Rp 1.450,-).

Sarinanto mengungkapkan “Menempuh jarak 39 km, Mitsubishi i-MiEV hanya mengkonsumsi 5 kWh atau setara dengan 7.250 rupiah, sementara Tesla hanya menghabiskan 17 ribu rupiah”.

Dengan adanya EVCS BPPT diharapkan dapat menginisiasi tumbuh dan berkembangnya stasiun pengisian listrik di Indonesia serta mampu mendorong masyarakat untuk beralih dari penggunaan mobil berbahan bakar minyak ke mobil listrik. (molis)

spacer

Leave a reply